Ketika Hasan RA memilih untuk mundur, rakyat Kuffah masih tidak bisa menerima itu. Tapi Hasan berhasil meredakan mereka. Walhasil, Kufah mundur sambil menggerutu. Ada lagi yang tidak terima dengan mundurnya Hasan. Yaitu Sayyid Husein. Tapi saking hormatnya kepada sang kakak, Sayyid Husein hanya bisa menyatakan keberatanya dan tetap taat kepada perintah sang kakak.
Tak lama berselang, Sayyid Hasan meninggal. Begitupula Muawwiyah. Tapi, sebelum meninggal, Muawiyah melakukan manuver politik tajam. Memilih Yazid bin Muawiyah sebagai penerusnya dan meminta umat Muslim untuk membaiatnya. Alasanya apa? Dua hal (saya coba berhusnuzan kepada beliau):
1. Beliau lelah dengan tumpah darah. Jadi ini adalah ijtihad agar pertumpahan darah tidak berlanjut.
2. Jika Hasan bisa mewarisi kekhalifahan Ali, maka Yazid juga bisa mewarisi kekhalifahanya.
Note disini: anda bisa tidak setuju dengan ijtihad ini, tapi Muawiyah adalah Sahabat. Sehingga ada dampak teologis bahwa kita dilarang menghina beliau.
Tentu ijtihad ini di tentang oleh banyak Sahabat. Ada tiga tokoh sentral yang manuvernya ditunggu umat ketika itu:
1. Ibnu Umar yang memilih apolitik.
2. Abdullah bin Zubair yang memilih membuat kekhalifahan baru di Mekkah.
3. Sayyid Husein yang sedang berada di Madinah.
Gubernur Madinah ketika itu meminta Sayyid Husein berbaiat kepada Yazid lewat dirinya. Tapi beliau menolak. Tidak hanya itu, diam-diam beliau kabur bersama seluruh keluarganya ke Mekkah.
Mendengar bahwa Husein tidak mau membaiat Yazid, Kuffah bersorak gembira. Mereka mengirim banyak sekali utusan dan surat ke Husein agar datang ke Kuffah untuk memimpin mereka. Bahkan tak hanya itu, mereka mengancam tidak mau Shalat Jumat jika Husein tidak mau datang.
Sayyid Husein yang awalnya memang tidak setuju dengan mundurnya Hasan menganggap bahwa ini adalah angin baik untuk dirinya (sayangnya, beliau salah kira). Beliau mengirim saudaranya, Muslim bin Aqil bin Abi Thalib (Aqil adalah kakaknya Ali) ke Kufah untuk melihat kondisi Kufah. Datangnya Muslim ke Kufah disambut meriah. Konon 12.000 orang membaiat Husein lewat Muslim. Melihat antusias tersebut, Muslim langsung mengirim pesan kepada Husein. Pesan itu berbunyi “Setelah engkau menerima pesanku, jangan tunda-tunda lagi. Segera berangkat ke Kufah!”. Pesan itu dikirim pada Bulan Ramadhan 60 H.
Tapi agar pesan itu sampai ke Husein lalu Husein berangkat ke Kufah membutuhkan waktu yang lama. Berminggu-minggu. Bahkan bulan. Dan selama itu, banyak hal terjadi di Kufah. Drama pengkhianatan itu di mulai disini.














