Ibnu Ziyad masuk ke Kufah hanya membawa 17 pengikut. Hanya 17 untuk melawan 12.000 orang lebih yang sudah membaiat Husein lewat Muslim. But once again, dia adalah tipikal politisi yang “menyelesaikan masalah, apapun harganya”. Jika diibaratkan film, dia adalah sosok penjahat jenius. Dia adalah manifestasi dari kecerdasan tanpa moral.
Disinilah kita paham, kelompok penjahat yang terorganisir, akan menang melawan kelompok baik yang terpecah-belah.
Bagaimana dia bisa menang?
Berbekal surat sakti dari Yazid, dia menjadi gubernur Kufah. Disitu dia tahu bahwa Muslim bin Aqil sudah ada di Kufah. Tapi dia tidak tahu dimana Muslim bersembunyi. Dia harus memancing Muslim keluar. Dia punya trick. Dia suruh beberapa pengikutnya untuk menyamar menjadi Syiatu Ali (Loyalis Ali) dari Damaskus. Permainan mata-mata. Si mata-mata membawa uang begitu banyak yang diklaim merupakan uang donasi dari Loyalis Ali di Damaskus. Dan hanya akan diserahkan kepada Muslim.
Uang dan omon-omon besar itu menarik banyak perhatian. Muslim mengutus Hani bin Urwah yang merupakan salah satu Senator Kufah yang ternyata menyembunyikan Muslim untuk menerima uang itu.
Siapa Hani’? Hani adalah Loyalis Husei yang mencitrakan diri sebagai loyalis Yazid. Mata-mata dari pihak Muslim. This is spy-war. Mata² Ibnu Ziyad menyerahkan uang ke mata² pihak Husein. Bagi mata² Ibnu Ziyad, “yang penting dia tahu, siapa biang kerok di Kufah”.
Singkat cerita, Ibnu Ziyad menangkap Hani. Hani tidak bisa mengelak ketika bukti mata-mata didatangkan di depanya. Dia disiksa dan dipenjara untuk menyerahkan Muslim.
Menyadari bahwa rencana mereka sudah terbongkar, Muslim dan loyalis Hani berencana mengepung benteng Gubernur. Mereka punya kode rahasia penyerangan yang terkenal dikalangan orang Syiah: Ya Mansur, Amit! (Wahai pembawa kemenangan, bawalah kematian untuk mereka!)
Note: anda tahu konsep Taqiya (menyembunyikan keyakinan, demi keselamatan)? Ya, salah satunya terjadi karena peristiwa ini. Syiah yang dalam masa ini adalah partai politik (bukan teologi), mengalami banyak tekanan yang mengharuskan mereka bertaqiya.
Kode rahasia didengungkan. Pengepungan dan penyerangan benteng Gubernur akan dimulai. Tapi oh tapi. Dari 12.000 yang membaiat hanya 4000 orang yang memegang omonganya. Kemungkinan karena kedatangan Ibnu Ziyad sebagai wakil Damaskus membuat mereka gentar. Dan dari 4000 itu, Ibnu Ziyad punya trik lain yang membuat Muslim kehilangan SELURUH loyalisnya. Ya, seluruhnya! He is the bastard genius evil!













