Apakah Syiah Islam? - Alhaky

Post Terbaru

Post Terbaru

Apakah Syiah Islam?

Dari dulu sebenarnya saya ingin bertanya kepada orang yang mengkafirkan Syiah (sebagai kelompok). Darimana “quote”-nya itu diambil? Siapa ulama yang bilang kaya gitu? Dan apa dasarnya?

Tapi saya menghindari hal ini karena saya yakin bahwa membela Syiah saat itu bukanlah hal yang bijak. Apalagi di negara mayoritas Sunni. Terlebih dengan sebagian Sunni yang susah diajak berfikir dan suka main tuduh saja. Tapi, dengan keberanian Iran, sepertinya mulai banyak orang senang dengan Iran karena ada yang berani membalas serangan Negara biadab itu.

Nah, apakah Syiah itu (secara umum) adalah Islam? Jawabanya gampang. Ya. Tapi ada banyak orang Syiah yang melakukan berbuatan yang mengeluarkan mereka dari Islam? Ya, sebagaimana orang Sunni juga ada. Maka, Sunni-Syiah (Su-Si) secara kelompok masuk dalam payung Islam, sampai ketika perorangan mereka melakukan hal-hal yang membatalkan akidahnya. Contohnya apa? Mengakui ada Nabi setelah Nabi Muhammad.

Bagaimana dengan mencela sahabat? Ini debatable. Setau saya, kebanyakan ulama memasukan bab sabb-assahabah (penghinaan terhadap sahabat) sebagai dosa besar. Fasik. Bukan kafir.

Intinya, secara kesimpulan, saya sendiri belum pernah mendengar satu ulama-pun yang mengkafirkan Syiah secara teologi. Mengatakan mereka sesat, tentu banyak. Tapi kafir? Tidak ada. Saudi saja dan para ulama Salafi membolehkan Syiah untuk berhaji ke Mekkah. Dan kita tau, Mekkah tidak boleh dimasuki non-muslim. Jadi kalau anda mengaku salafi dan mengkafirkan Syiah, maka anda harus mampu menjawab persoalan ini. Opsinya jawabanya cuma ada dua:

1. Saudi dan para ulamanya tidak paham Islam (lalu mengapa anda ikuti mereka?), atau,

2. Syiah memang Islam (lalu mengapa anda mengkafirkan mereka?)

Lalu apakah Syiah adalah ajaran Islam yang benar? Well, kalau ini nanti dulu. Dalam pemahaman Sunni, mereka adalah kelompok yang sesat. Sesat loh, bukan kafir. Mirip seperti Khawarij, Murjiah, Qadariyah, dll. Masih Islam. Tapi rasa kesesatan. Ada banyak isu yang kita sangat berbeda dengan mereka, mulai isu Imamah (kepemimpinan), mencela sahabat, nikah mut’ah dsb.

Tapi ya kembali lagi, mereka tersesat tapi masih dalam payung keislaman. Satu-satunya alasan ada orang yang “berfatwa” bahwa Syiah bukan Islam hanyalah karena ketidaksukaanya kepada Syiah. Nah, anda nggak suka sama mereka itu ya gpp. Wong sama tetangga saja, kita itu sering nggak cocok. Wong istri anda aja sering mangkel sama anda. Tapi mengklaim tetangga kamu nggak Islam hanya karena dia berbeda dengan anda, itu justru menunjukan anda yang sakit jiwa.

Lalu kalau Syiah Islam terus kenapa?

Well, kalau anda mendukung dan mendoakan Negara biadab itu untuk menang ketika berperang melawan orang Muslim, maka anda benar-benar harus mulai mempertanyakan, loyalitas anda itu kepada siapa? Anda bisa bilang bahwa Syiah menyerang bukan dengan tujuan “membela sesama Muslim”. Terserah anda. Gpp. Toh itu analisis yang sah juga. Tapi urusan kita bukan membaca niat hati mereka. Tapi apa yang mereka lakukan.

Analoginya, anda bisa berkoar-koar bahwa negara Sunni yang anda cintai ada di garda terdepan membela kehormatan sesama Muslim. Silahkan. Tapi yang kita nilai bukan koar-koar anda. Tapi aksi negara tersebut.

Tapi pejuang disana (katanya) banyak yang Syiah. Gimana tuh? Ya elah. Kalaupun benar (dan itu harus dibuktikan, jangan cuman menuduh), untung mereka masih dalam payung Islam. Di daerah pegunungan merapi itu banyak yang pindah agama karena YANG NYATA MEMBANTU MEREKA memang non-muslim. Bukan cuma omon-omon doank. Setelah dibantu, mereka dirayu jadi murtad dengan iming² bantuan ekonomi. Tau analoginya? Kalaupun mereka Syiah (dan lagi, ini anda harus buktikan dan haram hukumnya menghinakan kehormatan sesama manusia), ya wajar saja. La yang bantu mereka Syiah kok. Kamu dan Negara pujaanmu kemana saja?

Tags :

Alda K Yudha

https://al-haky.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2025 alhaky. All Rights Reserved.